FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DENGAN PERILAKU PENYEBAB KARIES PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI SUKAMULYA 01 KECAMATAN SUKATANI, KABUPATEN BEKASI TAHUN 2015
Abstract
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan manusia seutuhnya, dengan demikian upaya-upaya dalam bidang kesehatan gigi pada akhirnya akan turut berperan dalam peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Masalah kesehatan gigi yang paling sering terjadi pada anak-anak adalah karies gigi. Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 menyatakan bahwa 60-90% dari anak-anak sekolah di seluruh dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies.
Penelitian ini berjenis penelitian anlitik dengan rancangan cross sectional, variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel independent dan variabel dependent. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV dan V yang bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Sukamulya 01 Bekasi, dengan sampel 83 siswa. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Random Sampling. Analisis data dibantu dengan menggunakan perangkat lunak SPSS untuk mengkalkulasi kemaknaan hubungan dengan statistic chi-square dengan tingkat kepercayaan α = 0,05(5%). Selain itu analisis juga menghitung nilai asosiasi OR (Odd Ratio) sebagai ukuran untuk menghitung resiko.
Berdasarkan hasil penelitian 38,6% siswa-siswi sekolah Dasar negeri Sukamulya 01 memiliki perilaku penyebab karies kurang baik. Hasil uji bivariat menghasilkan data sebagai berikut : nilai signifikan pengetahuan ρ=0,017 (<0,05) dengan nilai OR=3,410, sikap ρ=0,002 (<0,05) dengan nilai OR=6,075, sumber informasi ρ=0,810(>0,05) dengan nilai OR=0,750, dukungan keluarga ρ=0,005(<0,05) dengan nilai OR=4,179. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan tidak ada hubungan sumber informasi dengan perilaku penyebab karies di Sekolah Dasar Negeri Sukamulya 01.
Dapat member sumber informasi dan menambah pengetahuan kepada responden dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan informasi tentang pentingnya menjaga dan merawat kesehatan gigi.
Keywords
Full Text:
UntitledReferences
Anthonie, Akbar. 2013. Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dilihat Dari Faktor Penyebab Dan Faktor Yang Mempengaruhi
Di SD Negeri 1 Lamcot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten aceh. http://anthonie.blogspot.nl/2013/02/kejadian karies-gigi-anak.html?m=1, diakses pada tanggal 20 Februari 2015
Azwar. 2007. Sikap Manusia dan pengukurannya. Jakarta : Rineka Cipta.
Ali, Z. 2006. Pengantar Keperawatan keluarga. Jakarta : EGC.
Arikunto, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
Dewanti. 2012. Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dengan perilaku perawatan gigi pada anak usia sekolah di SDN pondok cina 4, diakses pada tanggal 19 Februari 2015
Eko, indro. 2010. Hubungan pengetahuan dan motivasi ibu terhadap perawatan gigi anak usia 1-3 tahun di desa balesono kecamatan ngunut kabupaten tulungagung, diakses pada tanggal 2 Maret 2015.
Ginandjar, A.M. 2011. Cara menggosok gigi yang benar. http://www.pdgi-online.com/v2/index.php?option=com, diakses pada tanggal10 Maret 2015.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta : Salemba Medika
Hurlock, Elizaberth B. 2008. Perkembangan Anak Edisi 6.Jakarta : Erlangga
Hastono Susanto Priyo dan Sabri Luknis, 2010. Statistik Kesehatan, Jakarta: Rajawali Pers.
Hockenberry, M.J & Wilson, D. 2007. Wong’s nursing care infants and Children. St. Louis: Mosby Elsevier.
Kidd, Edwina A.M. 2013. Dasar-dasar Karies penyakit dan Penanggulangan. Jakarta : EGC
Kusuma Dharma, kelana. 2011. Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta : Trans Info media
Khotimah, Khusnul. 2013. Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak usia 6-12 tahun di sd negeri karangayu 03 semarang, diakses pada tanggal 25 Februari 2015.
Maeta, ulfa. 2013. Hubungan Antara Pola Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Makanan Berserat Dengan kejadian Karies Gigi. http://hdl.handle.net/123456789/1828, diakses pada tanggal 28 Maret 2015.
Maulidta, Wahyuningsih dan Sri Hastuti. 2010. Hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanana kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Pondok Beringin Semarang, diakses tanggal 01 Maret 2015.
Notoadmojo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Promosi Kesehatan Teori Dan Aplikasi. Jakarta : Rineka Cipta.
Nursalam. 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu keperawatan, Edisi 2. Jakarta : Salemba Medika
Potter, Patricia A. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta : EGC.
Syaifuddin, Haji. 2011. Anatomi Fisiologi : Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk Keperawatan & Kebidanan, Edisi 4. Jakarta : EGC
Syarifi, Sahip. 2008. Minum Susu Menggunakan Botol Menyebabkan Karies. http://sahipsyarifibawean.blogspot.com, diakses tanggal 10 Maret 2015.
Setiadi. 2007. Konsep & Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graham Ilmu
Sulistyaningsih. 2011. Metodologi Penelitian kebidanan : Kuantitatif-Kualitatif. Yogyakarta : Graham Ilmu
Sukmono. 2009. Prevalensi karies gigi pada anak. Http://tantursyah.blogspot.com. diakses tanggal 01 Maret 2015
Tarigan, Rasinta. 2014. Karies Gigi, Edisi 2. Jakarta : EGC
Tarwoto, dkk. 2009. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Trans Info Medika
Tamrin, masriadi. 2013. Dampak Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Kebiasaan Menyikat Gigi Terhadap kejadian Karies Gigi Pada Anak Sekolah di SDN 271 Saparu Makasar. http://library.stikesnh.ac.id, diakses pada tanggal 20 Maret 2015.
Wong, Donna L. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC
Refbacks
- There are currently no refbacks.