DETERMINAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT ANTI TBC PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS TAMBELANG KABUPATEN BEKASI TAHUN 2016

Mila Sartika

Abstract


TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. TBC telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Data WHO (World Health Organization) tahun 2010 menyatakan bahwa Indonesia sebagai penyumbang TBC terbesar nomor tiga di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah kasus baru sekitar 539.000 kasus dan jumlah kematian sekitar 101.000 orang pertahun. TBC paling banyak terjadi di negara berkembang diantaranya 75% penderita berada pada usia produktif yaitu 20-49 tahun. Hal ini disebabkan karena pada negara berkembang memiliki penduduk yang padat dan prevalensi yang tinggi sehingga lebih dari 65% dari kasus TBC terjadi di Asia. (WHO, 2010).
Hampir 10 tahun lamanya Indonesia menempati urutan ke-3 sedunia dalam hal jumlah penderita tuberkulosis (TB). Baru pada tahun ini turun ke peringkat ke-4 dan masuk dalam milestone atau pencapaian kinerja 1 tahun Kementerian Kesehatan. Berdasarkan Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2007 menyatakan jumlah penderita Tuberkulosis di Indonesia sekitar 528 ribu atau berada di posisi tiga di dunia setelah India dan Cina. (WHO, 2007).
Laporan WHO pada tahun 2009, mencatat peringkat Indonesia menurun ke posisi lima dengan jumlah penderita TBC sebesar 429 ribu orang. Lima negara dengan jumlah terbesar kasus insiden pada tahun 2009 adalah India, Cina, Afrika Selatan, Nigeria dan Indonesia (WHO Global Tuberculosis Control 2010).
Pada Global Report WHO 2010, didapat data TB Indonesia, Total seluruh kasus TB tahun 2009 sebanyak 294731 kasus, dimana 169213 adalah kasus TB baru BTA positif, 108616 adalah kasus TB BTA negatif, 11215 adalah kasus TB Extra Paru, 3709 adalah kasus TB Kambuh, dan 1978 adalah kasus pengobatan ulang diluar kasus kambuh (retreatment, excl relaps). Sementara itu, untuk keberhasilan pengobatan dari tahun 2003 sampai tahun 2008 (dalam %), tahun 2003 (87%), tahun 2004 (90%), tahun 2005 sampai 2008 semuanya sama (91%). (WHO, 2010).
"Tentu saja kasus TB masih banyak, tapi perbaikan peringkat ini merupakan sebuah pencapaian," ungkap Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dalam evaluasi kinerja 1 tahun Kementerian Kesehatan di gedung Kemenkes, Jakarta, (kompas, 2010)
Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen Kesehatan (DepKes) tahun 2010 didapatkan Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit infeksi saluran pernafasan serta penyebab kematian nomor satu pada semua golongan umur dari golongan penyakit infeksi. WHO (2008) memperkirakan terdapat 450.000 penderita baru TB paru dengan ditemukan BTA pada dahaknya (BTA (+)) di Indonesia serta terdapat 175.000 kematian karena TBC setiap tahunnya. (WHO, 2008).


Keywords


keperawatan; nurse; nursing

Full Text:

Untitled

References


TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. TBC telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Data WHO (World Health Organization) tahun 2010 menyatakan bahwa Indonesia sebagai penyumbang TBC terbesar nomor tiga di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah kasus baru sekitar 539.000 kasus dan jumlah kematian sekitar 101.000 orang pertahun. TBC paling banyak terjadi di negara berkembang diantaranya 75% penderita berada pada usia produktif yaitu 20-49 tahun. Hal ini disebabkan karena pada negara berkembang memiliki penduduk yang padat dan prevalensi yang tinggi sehingga lebih dari 65% dari kasus TBC terjadi di Asia. (WHO, 2010).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.