FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS SUKADAMI TAHUN 2015

Paulus Ola

Abstract


Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit kusta sampai saat ini masih ditakuti masyarakat, keluarga termasuk sebagian petugas kesehatan. Hal ini disebabkan masih kurangnya pengetahuan atau pengertian, kepercayaan yang keliru terhadap kusta dan cacat yang ditimbulkannya ( Kemenkes RI, 2012 ). Diwilayah kerja Puskesmas Sukadami data kejadian kusta dari tahun 2012 sampai dengan 2014 adalah cenderung menurun dengan angka prevalensi 1,4 menjadi 0,8 per 10.000 penduduk. Dari data kohort penderita kusta tahun 2012 – 2014 di Puskesmas Sukadami tercatat 25 penderita kusta yang di obati, 20 orang RFT ( selesai pengobatan) dan 5 orang Drop Out dengan kata lain 20% penderita kusta yang diobati tidak menyelesaikan pengobatan, hanya 80% saja yang RFT. Oleh karena itu peneliti berniat untuk melakukan penelitian mengenai “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien Kusta di Wilayah Puskesmas Sukadami”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan pada pasien kusta di wilayah Puskesmas Sukadami yaitu faktor reaksi, motivasi, tipe kusta, pengetahuan, dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembngan ilmu pengetahuan, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan perbandingan untuk dikaji lebih dalam.
Metode penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien kusta yang diobati di Puskesmas Sukadami tahun 2015. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik pengambilan sampel non random sampling dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 25 orang, hanya 23 responden saja yang dapat diteliti dikarenakan ada 2 orang pasien kusta yang telah RFT pindah keluar daerah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi- square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua faktor yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap keberhasilan pengobatan kusta di Puskesmas Sukadami. Variabel independen dalam penelitian ini adalah reaksi, motivasi, pengetahuan, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga. Variabel yang berhubungan adalah Pengetahuan (p value = 0,002 dan OR = 0,375), Motivasi ( p value = 0,001 dan OR = 0,286), Dukungan Petugas (p value = 0,004 dan OR = 0,444). Dan faktor yang tidak berhubungan adalah faktor dukungan keluarga dan faktor reaksi dengan masing-masing nilai p valuenya > 0,05.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan, motivasi dan dukugan petugas dengan keberhasilan pengobatan pada pasien kusta di Puskesmas Sukadami tahun 2015. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi kepada petugas dan dijadikan referensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan pada pasien kusta.


Full Text:

Untitled

References


Amirudin, 2000. Ilmu Penyakit Kulit.

Departemen Kesehatan RI, 2005. Modul Pelatihan Komunikasi Interpersonal dan Advokasi P2 Kusta.

Dharma, 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Trans Infomedia.

Eko Budiarto. 2007. Biostatistik untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.

Green, Lawrence. 1980. Health Education Planning, A Diagnostic Approuch. The John Hopkins University: Mayfield Publish Ing Co.

Hastono, 2007. Analisis Data Kesehatan FKM UI.

Hidayat , A. AA, 2009. Metodologi Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika.

Imron, 2010. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan. Jakarta: Sagung Seto.

Kemenkes RI,2012. Pedoman Pemberantasan Penyakit Kusta.

Laporan Riset Kesehatan Dasar 2013

Learning Guide One, ILEP, 2002. How to Diagnose and Treat Leprosy.

Mubarak , I. M, dkk. 2007. Promosi Kesehatan Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Notoatmodjo , S, 2009. Teori dan Aplikasi Promosi Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo, 2010. Metode Penelitian Kesehatan Msyarakat. Jakarta :Rineka Cipta.

Nur Nasry Noor, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta:Rineka Cipta.2006.

Nursalam , 2008. Konsep Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Rahariyani, Loetfia Dwi. Buku Ajar Asuhan keperawatan Klien gangguan Sistem Integumen. EGC. 2007

SDKI, 2012

Sistem Integumen. Jakarta : EGC. 2007.

Sugiyono. 2009. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Suprapto, 2004. Analisis Multivariat. Jakarta: Rineka Cipta.

SUSENAS, 2011

Trihendardi C, 2005. Step by Step SPSS 13, CV Andi Ofset , Yogyakarta.

Widoyono. Penyakit Tropik, Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga, 2008

Worl Helth Organization (WHO), 2010. Enchaced Global Strategy for Further Reducing The Disease Burden Due to Leprosy (2011-2015), Operational Guidelines, New Delhi

Khotimah Marifatul, 2011. Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Peran Petugas Kesehatan dengan Kepatuhan Minum Obat Kusta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.