FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KENAKALAN REMAJA PADA SISWA/I KELAS XI IPA DAN IPS DI SMAN 1 CIKARANG TIMUR KABUPATEN BEKASI TAHUN 2014

Tities Harjanti

Abstract


Suatu survei yang dilakukan pada beberapa negara maju menunjukkan bahwa Amerika Serikat mempunyai angka kehamilan remaja (usia 15-19 tahun) yang cukup tinggi. Santock (2001), menyatakan bahwa setiap tahun 500.000 remaja Amerika Serikat hamil dan 70% diantara mereka belum menikah. Menurut data dari Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas masih belum terjadi penurunan dari 2007 ke 2013, bahkan cenderung meningkat dari 34,2 persen tahun 2007 menjadi 36,3 persen tahun 2013. Terindikasi bahwa jumlah tersangka kejahatan pada usia pelajar dan mahasiswa usia 12 hingga 24 tahun sebanyak 40.690 orang, dan 21,5 persennya tersangka narkoba. Dari hasil data di SMA Negeri 1 Cikarang Timur pada tahun 2011 terdapat 31 siswa/i yang sering tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas (alfa), 15 orang telat masuk sekolah, 6 orang sering jajan di kantin pada saat jam pelajaran, 5 orang merokok di lingkungan sekolah dan 3 orang mengundurkan diri. Data pada tahun 2012 terdapat 43 orang yang tidak masuk sekolah tanpa alasan (alfa), 22 orang sering telat masuk ke sekolah, 11 orang sering jajan di kantin pada saat jam pelajaran, dan 7 orang merokok di lingkungan sekolah. Data pada tahun 2013 terdapat 48 orang yang sering tidak masuk sekolah tanpa alasan (alfa), 28 orang sering telat masuk ke sekolah, 16 orang sering jajan di kantin pada saat jam pelajaran, 6 orang melakukan bolos sekolah, 6 orang merokok di lingkungan sekolah dan 5 orang mengundurkan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kenakalan remaja, distribusi frekuensi responden penelitian berdasarkan pola asuh, lingkungan, dan pengaruh teman sebaya dan hubungan antara faktor pola asuh, lingkungan, dan pengaruh teman sebaya dengan terjadinya perilaku kenakalan remaja di SMAN 1 Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini bertempat di SMAN 1 Cikarang Timur dan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2014. Populasi yang diambil adalah remaja kelas XI yang bersekolah di SMAN 1 Cikarang Timur sebanyak 140 siswa. Sampel yang diambil untuk penelitian sebanyak 104 sampel dan pengambilan sampling dilakukan dengan cara simple random sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisis univariat ini diuji menggunakan nilai distribusi frekuensi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku kenakalan remaja dengan pola asuh dengan nilai p value = 0,000 (p<0,05) dan OR = 10,944, teman sebaya dengan nilai p value = 0,001(p<0,05) dan OR =5,014, dan lingkungan sekitar remaja dengan nilai p value = 0,000 (p<0,05) dan OR = 6,893. Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan adanya hubungan antara terjadinya kenakalan remaja dengan pola asuh orang tua , teman sebaya dan lingkungan sosial remaja. Penulis menyarankan agar remaja dapat menambah informasi dan pengetahuan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan cara pengembangan kepribadian yang baik kemudian dalam mengasuh anak ada baiknya orang tua mencari informasi mengenai pola asuh yang baik yang dapat mendukung perkembangan seorang anak serta membantu mengarahkan remaja dalam melakukan tugas perkembangannya agar dapat menjadi individu yang lebih baik.

Keywords


Kenakalan remaja; Remaja; Pola Asuh Orang Tua; Teman Sebaya; Lingkungan Sekitar Remaja

Full Text:

PDF

References


Ali, Mohammad., dan Asrori, Mohammad. (2011). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Bahiyatun. (2010). Buku Ajar Psikologi Ibu dan Anak. Jakarta: EGC.

Hidayat, A.Aziz Alimul. (2007). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.

Jan, Bowden., dan Vicky, Manning. (2011). Promosi Kesehatan Dalam Kebidanan Prinsip dan Praktik edisi 2. Jakarta : EGC.

Juntika, Achmad., dan Agustin, Mubiar. (2013). Dinamika Perkembangan Anak dan Remaja : Tinjauan Psikologi, Pendidikan, dan Bimbingan. Bandung: Refika Aditama.

Saripuddin, M. (2009). Hubungan Kenakalan Remaja Dengan Fungsi Sosial Keluarga. Jakarta: EGC.

Notoadmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Edisi 2 Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Sabri, Luknis., dan P.H, Sutanto. (2010). Statistik Kesehatan. Cetakan Kelima. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Sadock, Benjamin J., dan Sadock, Virginia A. (2012). Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis Edisi 2. Jakarta: EGC.

Sarwono, S.W. (2011). Psikologi remaja Edisi revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Scohih, M. (2008). Pola Asuh Orang Tua. Jakarta: Rineka Cipta.

Suharsimi, Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi 2010. Jakarta: Rineka Cipta.

Sumiati, dkk. (2009). Kesehatan Jiwa Remaja dan Konseling. Jakarta: TIM.

Sutanto, Hastono Priyo. (2007). Analisis Data Kesehatan. Jakarta: FKMUI Wahyuningsih,Sri. 2004 “Kenakalan Remaja Sebagai Perilaku Menyimpang Hubungannya Dengan Keberfungsian Sosial Keluarga”. http://www.scribd.com/doc/16805 2254/Karya-Tulis-IlmiahKenakalan-Remaja.

Palupi, Atika Oktaviani. 2013 “Pengaruh Religius Terhadap Kenakalan Remaja Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Slawi Kabupaten Tegal”. http://makalahsekolah.com/2013/0 1/12/karya-ilmiah-tentangkenakalan-remaja.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.