FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGENDALIAN HIPERTENSI PADA KLIEN USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS CABANGBUNGIN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2014

Singgih Pambudi

Abstract


Terjadinya transisi epidemiologi yang paralel dengan transisi demografi dan transisi teknologi di Indonesia dewasa ini telah mengakibatkan perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit tidak menular meliputi penyakit degeneratif dan man made diseases yang merupakan faktor utama masalah morbiditas dan mortalitas (Rahajeng & Tuminah, 2009). Terjadinya transisi epidemiologi ini disebabkan terjadinya perubahan sosial ekonomi, lingkungan dan perubahan struktur penduduk, saat masyarakat telah mengadopsi gaya hidup tidak sehat, misalnya merokok, kurang aktivitas fisik, makanan tinggi lemak dan kalori, serta konsumsi alkohol yang diduga merupakan faktor risiko Penyakit tidak menular. Pada abad ke- 21 ini diperkirakan terjadi peningkatan insidens dan prevalensi penyakit tidak menular secara cepat, yang merupakan tantangan utama masalah kesehatan di masa yang akan datang Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penilitian Analitik Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional, pengumpulan data pada suatu saat (point time approach). Artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat bersamaan (Notoadmojo, 2005). Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cabangbungin Kabupaten Bekasi. Penelitian dilakukan sejak bulan juni 2014. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR (95% CI : 1,550-11,529) adalah 4,227 yang artinya responden yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga beresiko 4,227 kali lebih besar dalam melakukan pengendalian hipertensi yang kurang baik dibandingkan dengan responden yang mendapatkan dukungan dari keluarga.

Keywords


-

Full Text:

PDF

References


-


Refbacks

  • There are currently no refbacks.