FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OLEH PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI POLI PARU RUMAH SAKIT CITO KARAWANG TAHUN 2015
Abstract
Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Prevalensi tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2013 adalah 297 per 100.000 penduduk dengan kasus baru setiap tahun mencapai 460.000 kasus dengan demikian total kasus hingga 2013 mencapai sekitar 800.000 – 900.000 kasus. Untuk mengetahui faktor– faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan oleh pasien Tuberkulosis Paru di Poli Paru Rumah Sakit Cito Karawang Tahun 2015. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Tuberkulosis paru yang datang ke Poli Paru di RS Cito Karawang dengan jumlah 50 responden. Sampel penelitiannya berjumlah 44 responden dengan penentuan sampel menggunakan Stratified random sampling (purposive sampling). Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner dan analisis secara statistika dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan TB (nilai p : 0,002) ,ada hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan TB (nilai p : 0,003), ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan TB (nilai p : 0,007), ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahan TB (nilai p : 0,005), ada hubungan yang signifikan antara penghasilan dengan perilaku pencegahan TB (nilai p : 0,002), ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan perilaku pencegahan TB (nilai p : 0,002). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap, pengetahuan, pendidikan, jenis kelamin, penghasilan, dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan oleh pasien Tuberkulosis paru. Diharapkan kepada pasien Tuberkulosis paru agar dapat menambah ilmu pengetahuan tentang perilaku pencegahan penyakit Tuberkulosis paru. Bagi instansi pelayanan kesehatan dapat menjadi evaluasi dan perencanaan program baru terkait dengan perilaku pencegahan penularan. Bagi pendidikan dapat menjadi masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keperawatan. Bagi perawat dapat melibatkan pasien dalam lingkungan keperawatan terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang perilaku pencegahan pasien. Bagi peneliti lain dapat dijadikan dasar untuk penelitian selanjutnya.
Keywords
Tuberkulosis paru; perilaku pencegahan; sikap; pengetahuan; pendidikan; jenis kelamin; penghasilan; sumber informasi.
Full Text:
PDFReferences
-
Refbacks
- There are currently no refbacks.