FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MEKANISMEKOPING PADA KLIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2016
Abstract
Gagal ginjal kronik merupakan salah satu penyakit yang sulit disembuhkan karena bersifat irreversible (tidak bisa pulih kembali). Prosedur yang digunakan untuk memperbaiki keadaan pasien yaitu melalui terapi hemodialisis (cuci darah). Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 prevalensi gagal ginjal kronis ≥ 15 tahun berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia berjumlah 0,2%. Data yang didapat dari Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Mredika Cikarang Pada bulan April tahun 2016 terdapat 30 orang pasien. Mekanisme koping pada pasien yang menjalani hemodialisis Hal ini sangat mempengaruh kualitas hidup klien. Menurut Stuart (2007) Mekanisme koping adalah tiap upaya yang ditujukan untuk penatalaksanaan stres, termasuk upaya penyelesaian masalah langsung dan mekanisme pertahanan ego yang digunakan untuk melindungi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan mekanisme koping pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di RumahSakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2016 yaitu pendidikan, jenis kelamin, pengetahuan, harapann akan self efficacy, dukungan sosial/keluarga. Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah klien yang menjalani hemodialisis. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden dengan metode pengambilan sample total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap mekanisme koping pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Variabel-variabel tersebut adalah pendidikan (p value = 0,017 dan OR = 11,111) , jenis kelamin (p value = 0,029 dan OR = 0,173), pengetahuan (p value = 0,002 dan OR = 14,222), harapan akan self efficacy (p value = 0,013 dan OR = 7,467), dan dukungan sosial/keluarga ( p value = 0,001 dan OR = 16,875). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah adanya hubungan yang bermakna dan signifikan antara pendidikan, jenis kelamin, pengetahuan, harapan akan self efficacy, dan dukungan sosial/keluarga dengan mekanisme koping pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Rumah sakit Sentra Medika Cikarang, diharapkan klien dapat mempertahankan dan meningkatkan mekanisme koping yang adaptif sehingga tetap bisa terjaga kualitas hidup yang aktif dan produktif. Perawat dirumah sakit juga agar selalu memperhatikan aspek psikologis, sosial dan spiritual disamping aspek biologis sebagai bentuk perhatian dan dukungan dalam merawat pasien hemodialisa, bagi Rumah Sakit mengadakan seminar atau pelatihan rutin tentang Hemodialisis untuk dokter, perawat, klien dan keluarga Hemodialisis.
Keywords
Gagal Ginal Kronik (GGK); Hemodialisis; Mekanisme koping; pendidikan; jenis kelamin; pengetahuan; harapan akan self efficacy; dukungan sosial/keluarga.
Full Text:
PDFReferences
-
Refbacks
- There are currently no refbacks.