FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP ORANG TUA DALAM PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI RUMAH SAKIT CITO KARAWANG TAHUN 2016

Rina Fera Dwianti Kastiano

Abstract


Demam pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi banyak ibu. Keyakinan untuk segera menurunkan panas ketika anak demam sudah melekat erat dalam benak ibu. Resiko kejadian demam pada anak terhadap penyakit serius tergantung pada usia anak. Pada neonatus yang terkena demam mempunyai resiko yang lebih besar terkena penyakit serius dibandingkan dengan anak dengan umur yang lebih tua. Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap Orang Tua Dalam Penatalaksanaan Kejang Demam Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Rumah Sakit Cito Karawang Tahun 2016. Motede penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitiannya adalah berjumlah 127 ibu. Sampel penelitiannya berjumlah 56 responden dengan penentuan sampel menggunakan stratified random sampling. Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner dan analisis secara statistika dengan menggunakan uji Chi Square.
Uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengalaman pribadi dengan sikap orang tua (nilai p : 0.004), ada hubungan yang signifikan antara pengaruh orang lain dengan sikap orang tua (nilai p : 0.001), ada hubungan yang signifikan antara media massa dengan sikap orang tua (nilai p : 0.003), ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan sikap orang tua (nilai P : 0.004), ada hubungan yang signifikan antara hubungan pengaruh emosi dengan sikap orang tua (nilai p : 0.002).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan anatara pengalaman pribadi, pengaruh orang lain, media massa, pendidikan, pengaruh emosi dengan sikap orang tua dalam penatalaksanaan kejang demam pada balita. Diharapkan kepada pihak rumah sakit, tenaga kesehatan dan khususnya orang tua mampu memberikan pelayanana yang terbaik dan mampu melakukan penatalaksanaan kejang demam pada anak balita, agar tidak menimbulkan resiko pada anak balita yang mengalami kejadian kejang demam.


Keywords


Sikap orang tua; pengalaman pribadi media massa; pendidikan; pengaruh emosi.

Full Text:

Untitled

References


Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :Rineka Cipta.

Azwar, S. (2010).Sikap Manusia :TeoridanPengukuran. Yogyakarta : Liberty

Behrman, dkk. (2000). Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Volume 3. Jakarta: EGC

Djarwanto. 2003. Statistik Nonparametik. BPFE. Yogyakarta.

Fuadi, Tjipta B, Noor W. (2010). Faktor Resiko Bangkitan Kejang Demam pada Anak. Jurnal Sari Pediatri 2010;12(3):142-143. [online] Diakses dari : URL : HIPERLINK http://www.idai.or.id/saripediatri/pdfile/12-3-2.pdf

Harjaningrum, et al. (2007). Peranan orang tua dan praktisi dalam membantu tumbuh kembang anak berbakat melalui pemahaman teori dan tren pendidikan, Jakarta: Prenada.

Hidayat (2007).Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisa Data.Jakarta: Salemba Medika.

Kania (2007). Penatalaksanaan Demam Pada Anak. Diakses pada http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/02/penatalaksanaan_ demam pada_anak.pdf.

Lumbantobing SM, (1989). Penatalaksanaan Mutakhir Kejang Pada Anak. Gaya Baru : Jakarta

Mansjoer,A., dkk, (2005). Kapita Selekta Kedokteran .Edisi ketiga Jilid 1 Cetakan Keenam., Jakarta : Media Aesculapius Fakultas kedokteran UI.

Ngastiyah. (1997). Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC.

Notoatmodjo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta : Rhineka Cipta. Salemba Medika

Notoatmodjo. (2007). Promosi Kesehatan : Teori dan Aplikasi.Jakarta : Rhineka Cipta. Salemba Medika.

Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : RhinekaCipta.

Nursalam.(2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Thesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Nurwahyuni, Ika. (2010). Perbedaan efek teknik pemberian kompres pada daerah axilla dan dahi terhadap penurunan suhu tubuh pada klien demam di ruang rawat inap RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makasar (Skripsi). http://myzonaskripsi. com/2011/01/perbedaan-efek-teknikpemberian kompres.html.

Purwoko, Djauhar I., dan Soetaryo, 2003. Demam pada anak: perabaan kulit, pemahaman dan tindakan ibu. B.I.Ked., 35 (2), 111-118 Availabe from: http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/35203111118.pdf.

Riyanto, Agus. (2009). Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan.Yogyakarta: MuliaMedika.

Setyowati et all (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Penanganan Demam Pada Anak Balita di Kampung Bakalan kadipiro Banjarsari Surakarta. Skripsi : Stikes Muhhamadiyah Surakarta.

Schwartz, M.William. (2005). Pedoman Klinis Pediatri. Jakarta: EGC.

Sodikin (2012). Prinsip Penanganan Demam Pada Anak. Pustaka Pelajar : yogyakarta.

Sugihartiningsih (2009). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang

Perawatan Demam Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di Desa Bakalan Banjarsari Surakarta. Skripsi. STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.

Susanti, Nurlaili, (2012), Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat Pada Penatalaksanaan Demam, http://publikasiilmiah.uin.ac.id/bitstream/handle /123456789/287/saintis.pdf?sequ ence=2.

Sukmawati et all (2013). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Orang Tua Terhadap Penanganan Demam Berdarah Dengue Pada Anak Di Perawatan Anak RSU Labuang Baji Makassar. Jurnal Stikes Nani Hasanudin diaskes library.stikesnh.ac.id.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. CV.Alfabeta: Bandung

Wawan, A dan Dewi, M. (2010). Teori dan Pengukuran Pengetahuan ,Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta :Nuha Medika.

Widjaja, M.C., (2001). Mencegah dan Mengatasi Demam pada Balita. Jakarta: Kawan Pustaka.

Wong, Donna L, dkk. (2009). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik, Volume 2. Jakarta : EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.