FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU REMAJA TERHADAP PERSONAL HYGIENE (GENETALIA) SAAT MENSTRUASI DI SMAN 2 CIKARANG UTARA TAHUN 2015
Abstract
Menstruasi adalah pengeluaran darah secara rutin lewat vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi biasanya baru akan dialami oleh gadis remaja yang berusia antara 9 hingga 16 tahun. Tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan gadis remaja tersebut, status kandungan gizi makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini merupakan observasi nasional dengan desain analitik kuantitatif dan menggunakan rancangan cross sectional, variable dan penelitian ini terdiri atas variabel dependent danvariabel independent. Variabel independent yang terdiri dari pengetahuan, sumber informasi, dukungan keluarga, dandukungan tenaga kesehatan. Dan variabel dependent yaitu perilaku remaja terhadap personal hygiene saat menstruasi. Populasi dalam penenlitian ini adalah seluruh siswi kelas X yang ada di SMAN 2 Cikarang Utara sebanyak 210 responden. Teknik pengambilan sampel ini secara random sampling yaitu sebanyak 75 responden. Analisis data dibantu dengan perangkat lunak SPSS untuk mengalkulasi kemaknaan hubungan dengan statistic chi-square dua arah dengan tingkat kepercayaan α=0,1 (10%). Selain itu juga analisis menghitung nilai assosiasi OR (Odd Rasio) sebagai ukuran untuk menghitung resiko. Hasil analisis univariat perilaku kurang baik terhadap personal hygiene saat menstruasi sebanyak 18 responden (24,0%) lebih sedikit dari jumlah responden yang memiliki perilaku baik terhadap personal hygiene saat menstruasi sebanyak 57 responden (76,0%). Pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik, yaitu sebanyak 44 responden (58,7%), dan sebagian kecil memilki pengetahuan baik sebanyak 31 responden (41,3%), sumber informasi, sebagian besar responden mendapatkan informasi dari media elektronik sebanyak 40 responden (53,3%) dan sebagian kecil mendapatkan informasi dari media cetak sebanyak 30 responden (46,7%)sebagian besar remaja memiliki dukungan dari keluarga sebanyak 53 responden (70,7%) sedangkan remaja yang tidak memiliki dukungan dari keluarga sebanyak 22 responden (29,3%) sebagian besar remaja mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan sebanyak 41 responden (54,7%) dan yang tidak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan sebanyak 34 responden (45,3%). Kesimpulan dari hasil penelitian 4 variabel yang diteliti, 3 variabel memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku remaja terhadap personal hygiene saat menstruasi. Saran dalam penelitian ini adalah agar lebih meningkatkan peran serta keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi dan dukungan untuk menjaga kebersihan saat menstruasi.
Keywords
Personal Hygiene; Menstruasi, Remaja.
Full Text:
PDFReferences
-
Refbacks
- There are currently no refbacks.